Untuk kali saya mau share sedikit tentang "Teori Motivasi Belajar", semoga bermanfaat yach....
ok tanpa basa basi langsung aja olah TKP...
Semoga Bermamfaat ya...&
Semangat juga buat buat teman2 FIP-Ekonomi co.16 yang akan Quiz Besok (Teaching and Learning)..GBU
Motivasi
Suatu dorongan atau kehendak yang menyebabkan adanya suatu perbuatan untuk mencapai suatu tujuan tertentu.Ada 2 jenis motivasi:
- Motivasi intrinsik: Motivasi atau dorongan yang timbul dari kemauan diri seseorang tanpa adanya suatu paksaan atau dorongan dari orang lain untuk mencapai suatu tujuan tertentu. untuk lebih jelas contohnya adalah: Seorang siswa yang bertekad dalam hatinya untuk menjadi juara olimpiade sains maka dengan giat, tekun, dan serius dia belajar.
- Motivasi ekstrinsik: motivasi atau dorongan yang berasal dari dukungan orang lain ataupun dari lingkungan diri seseorang untuk beranjak demi mencapai suatu tujuan (goal) tertentu. Intinya: Motivasi Ekstrinsik (faktor lingkungan): motivasi yg didasarkan atas faktor lingkungan, seperti memperoleh pujian, nilai bagus, menyenangkan guru/OT, atau menghindari tekanan sosial, hukuman, dll. Untuk lebih jelas saya akan memberikan contohnya: Orang tua yang menjanjikan akan memberikan sebuah hadiah kepada sianak apabila sianak bisa menjadi juara kelas.
Teori Motivasi ada beberapa macam diantaranya;
1. Teori Behavioristik:
- Fokus pada perubahan perilaku siswa.
- Meningkatnya sikap positif siswa terhadap proses belajar (mis: rajin kerjakan tugas, disiplin, dll) dianggap sebagai bukti adanya motivasi.
- Reward/reinforce-nya: pujian, komentar yang ditulis pada PR-nya, dapat hadiah bila nilainya bagus, dll
Kritik Terhadap Teori Behavioristik:
Secara filosofis.
• Sekolah seharusnya menekankan MI sehingga penggunaan rewards dapat menimbulkan pemahaman (messages) yang keliru tentang belajar bagi para siswa
• Berdasar riset ditemukan bahwa penggunaan rewards dpt menurunkan MI.
• Teori motivasi behavioristik dianggap memperlakukan antara belajar dan motivasi dengan cara yang sama, sebab meskipun keduanya sangat berkaitan erat, namun keduanya bukanlah identik.
• Reinforcers dapat menjadi ME, namun dampaknya tidaklah otomatis, melainkan sangat bergantung pada ekspektasi, keyakinan, dan pikiran-pikiran lainnya dari siswa.
Menurut Maslow, karakteristik seseorang yang bisa mencapai self-actualization adalah:
Memiliki persepsi yang jelas atas realita hidup
Otonomi, independen, & self-acceptance
Problem centered > self-centered
Spontanitas dalam pikiran & tindakan
Mampu bersimpati pada orang lain
Memiliki relasi yang dalam dengan orang lain, bukan superficial.
Teori Carl Rogers, Fokus utamanya adalah unconditional positive regards. Disebut juga client centered, Yaitu suatu keyakinan bahwa seseorang itu pada hakikatnya adaerharga dan dapat diterima tanpa mempertimbangkan perilakunyalah.
Harapan (Expectancy) adalah suatu kesempatan yang diberikan akan terjadi karena
perilaku atau suatu penilaian bahwa kemungkinan sebuah upaya akan menyebabkan
kinerja yang diharapkan.
Nilai (Valence) adalah akibat dari perilaku tertentu mempunyai nilai/martabat tertentu (daya/nilai motivasi) bagi setiap individu yang bersangkutan. Dengan kata lain, Valence merupakan hasil dari seberapa jauh seseorang menginginkan imbalan/ signifikansi yang dikaitkan oleh individu tentang hasil yang diharapkan.
By: Manatap Nadeak
Secara filosofis.
• Sekolah seharusnya menekankan MI sehingga penggunaan rewards dapat menimbulkan pemahaman (messages) yang keliru tentang belajar bagi para siswa
• Berdasar riset ditemukan bahwa penggunaan rewards dpt menurunkan MI.
• Teori motivasi behavioristik dianggap memperlakukan antara belajar dan motivasi dengan cara yang sama, sebab meskipun keduanya sangat berkaitan erat, namun keduanya bukanlah identik.
• Reinforcers dapat menjadi ME, namun dampaknya tidaklah otomatis, melainkan sangat bergantung pada ekspektasi, keyakinan, dan pikiran-pikiran lainnya dari siswa.
2. Teori Humanistik
Ada 2 tokoh kunci:
Abraham Maslow & Carl Rogers
Lahir sebagai bentuk reaksi terhadap teori behavioristik
(reinforcement sebagai alasan bagi motivasi)
& psikoanalis (motivasi seseorang digerakkan oleh alam bawah sadar dan diarahkan oleh id,
ego, superego)raham Maslow & Carl Rogers
Menurut Maslow, karakteristik seseorang yang bisa mencapai self-actualization adalah:
Memiliki persepsi yang jelas atas realita hidup
Otonomi, independen, & self-acceptance
Problem centered > self-centered
Spontanitas dalam pikiran & tindakan
Mampu bersimpati pada orang lain
Memiliki relasi yang dalam dengan orang lain, bukan superficial.
Teori Carl Rogers, Fokus utamanya adalah unconditional positive regards. Disebut juga client centered, Yaitu suatu keyakinan bahwa seseorang itu pada hakikatnya adaerharga dan dapat diterima tanpa mempertimbangkan perilakunyalah.
3. Teori Kognitif
Teori ini muncul sebagai reaksi atas teori behavior, teori kognitif berpendapat bahwa perilaku seseorang ditentukan oleh:
- pikiran kita, tidak sekedar hanya karena adanya
reward & punishment (Schunk,
1996)
-plans, goals, schemas, expectations, &
attributions, Menurut teori ini, people
are seen as active & curious, searching for information to solve the
problems, work hard because they enjoy the work and want to understand. Teori ini juga berpendapat bahwa seseorang memberikan respon bukan karena
faktor2 eksternal atau kondisi fisik seperti rasa
lapar, melainkan karena interpretasi atas kondisi tsb. Mis: karena dikejar
dateline, seseorang bisa tidak merasakan lapar sehingga akhirnya telat makan. Saat menyadari sudah jam
3 sore (terjadi interpretasi), baru terasa lapar.
1.Expectancy x Value Theory.
Motivasi :
harapan untuk sukses x nilai/arti kesuksesan
(expectancy
for success) (value on success)
Arti tanda kali
(x) disini adalah:
apapun x 0 = 0
Jadi, baik
expectancy maupun
value à jika salah satunya mendekati atau = 0 à maka motivasi = rendah atau 0
Nilai (Valence) adalah akibat dari perilaku tertentu mempunyai nilai/martabat tertentu (daya/nilai motivasi) bagi setiap individu yang bersangkutan. Dengan kata lain, Valence merupakan hasil dari seberapa jauh seseorang menginginkan imbalan/ signifikansi yang dikaitkan oleh individu tentang hasil yang diharapkan.
By: Manatap Nadeak